belajartoeic.com – Hal pertama yang perlu dan wajib untuk disiapkan untuk menjadi seorang pilot ketika mendaftar menjadi siswa sekolah pilot dimulai dari kondisi kesehatan prima, utamanya sehat mata, telinga, dan jantung. Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris haruslah mumpuni. Skor TOEIC (Test of English for International Communication) minimal 500.

Dengan kondisi seperti ini, para pengambil kebijakan mulai mewajibkan sekolah pilot dengan menambah kelas TOEIC, tes bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris sehari-hari orang-orang yang bekerja di lingkungan internasional.

Dapat dilogika juga sebetulnya, calon pilot akan belajar dengan instruktur asing dan instruktur asli Indonesia dengan istilah berbahasa Inggris, maka tidak heran kemampuan bahasa Inggris mutlak diperlukan di bidang ini karena karena bahasa pengantar, buku panduan penerbangan, sekaligus komunikasi dengan ATC (Air Traffic Controller) saat terbang dengan pesawat latih juga menggunakan bahasa Inggris.

ATC membantu pilot dalam mengendalikan keadaan-keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot selama penerbangan seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan, dan informasi lalu lintas udara.

Rata-rata sekolah penerbangan mensyaratkan kandidat memiliki score TOEIC sebesar 500. Kalau masih kurang dari itu, lebih baik fokus untuk meningkatkannya dengan belajar bahasa Inggris secara intensif secara otodidak atau mengikuti TOEIC Super Camp yang diselenggarakan oleh ACCESS English School.

Untuk meraih skor TOEIC tinggi tidak bisa dengan cara yang instan, apalagi ujian TOEIC berkaitan dengan bahasa yang cara menguasainya bukan dengan dihafalkan tapi harus dibiasakan. Dengan mengikuti TOEIC Super Camp yang diadakan oleh ACCESS English School, siapapun memiliki kesempatan untuk mewujudkan itu semua asalkan ada niat dan kemauan yang kuat.

Sejak tahun 1979, TOEIC dipercaya oleh ribuan perusahaan di 150 negara didunia sebagai sarana seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

TOEIC telah terbukti dipercaya di dunia transportasi udara sebagai alat untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris para praktisinya yang mutlak dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya yang menyangkut keselamatan penumpang dan barang selama menempuh perjalanan udara.Industri penerbangan masa kini membutuhkan calon-calon pilot dengan kompetensi yang lebih tinggi ketimbang beberapa tahun lalu.

Selain permintaan sumber daya pilot, maskapai komersial juga menuntut peningkatan standar kualifikasi. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris menjadi hal yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang menyangkut keselamatan penumpang selama menempuh perjalan udara.

Setiap tahun, Indonesia memerlukan setidaknya 800 pilot baru, sementara sekolah-sekolah pilot yang ada di Indonesia hanya mampu memproduksi 200-300 pilot baru per tahunnya. Ini belum termasuk kebutuhan tambahan pilot sejalan dengan dibelinya pesawat-pesawat baru dalam jumlah besar oleh Lion Air dan Garuda Indonesia.

Tidak heran jika sering melihat pilot-pilot warganegara asing menerbangkan pesawat di Indonesia. Dengan pertumbuhan maskapai penerbangan yang meningkat pesat, banyak sekolah pilot swasta bermunculan untuk memenuhi kebutuhan pilot yang meroket.

Pelbagai maskapai penerbangan pun turut membuka sekolah pilot agar lulusannya dapat disalurkan untuk kebutuhan mereka sendiri. Harapannya, lulusan sekolah pilot dipastikan tidak akan kesulitan mencari pekerjaan di dalam negeri. Akan tetapi, proses berliku terus akan berlanjut kala seorang siswa sekolah pilot dinyatakan lulus dan melanjutkan seleksi untuk menjadi pilot pemula.

Proses berikutnya yang harus dilalui adalah tes tertulis untuk menguji kemampuan dasar seorang pilot. Salah satunya ialah TOEIC, berbeda ketika sedang menjalani pendidikan di sekolah pilot yang hanya membutuhkan skor TOEIC 500, kementerian perhubungan telah mengatur bahwa kandidat pilot harus memiliki skor minimum 700 dalam tes TOEIC.

Seperti yang telah dilakukan oleh Garuda Indonesia, jika merekrut kru kabin hanya menerapkan batas skor TOEIC sebesar 600. Maka untuk merekrut pilot, sama dengan Lion Air, menetapkan nilai minimal TOEIC sebesar 700. Selanjutnya, mereka yang lolos akan memasuki tahap kedua, yakni tes kompetensi melalui interview dari pejabat pilot dan HRD perusahaan. Jelas sudah, menjadi pilot sama sekali tak mudah.

Terlebih dengan persaingan ketat di antara mereka sendiri. Mereka yang tak lolos tes harus gigit jari dan cari pekerjaan lain. Seperti umumnya lulusan universitas yang tak selalu bekerja sesuai disiplin ilmu yang dipelajari semasa berkuliah.